Pengertian, Pengukuran, dan Proses Terjadinya Curah Hujan

Sebelumnya apa itu hujan?

Bagi orang biasa hujan adalah tetesan air yang jatuh dari langit dari awan yang mendung dalam jumlah yang tergantung dengan situasi.

Jika dalam ilmu pendidikan geografi hujan terjadi dari proses siklus yang berputar yaitu air laut yang luas mengalami penguapan karena panas kemudian uap air itu naik ke langit.

Uap air itu pun berkumpul semakin banyak membentuk awan yang masih putih, lama kelamaan uap air itu bertambah hingga awan tidak mampu menampung, terjadilah hujan karena awan mengeluarkan air tersebut ke bumi lagi dalam jumlah tertentu.

Kemudian air hujan tersebut masuk ke tanah kemudian mengalir di dalam tanah mengikuti arus air menuju ke lautan lagi, begitu seterusnya.

Kemudian curah hujan atau dalam Bahasa lainnya adalah presipitasi, yaitu jumlah air yang turun pada daerah tertentu dan dalam waktu tertentu.

Curah hujan  berbeda beda setiap hujan terjadi karena tergantung dengan jumlah tampungan awan dan besar kecilnya ukuran awan. Setelah menjelaskan hujan dan curah hujan, ada satu lagi yaitu intensitas hujan.

Intensitas hujan adalah banyaknya jumlah curah hujan dalam satuan waktu tertentu. Apabila intensitas hujan tinggi maka bisa dikatakan hujan lebat, sedangkan jika sebaliknya maka curah hujannya rendah. Sehingga dampak dari hujan tersebut dapat di perkirakan.

Pengukuran Curah Hujan

Bagaima cara mengukur curah hujan?

Cara mengukur curah hujan besarannya biasanya menggunakan alat yang disebut dengan alat penangkar hujan atau rain gauge. Rain gauge merupakan alat yang terdiri dari corong dan tabung penampung.

Curah hujan diukur mengunakan skala millimeter atau juga centimeter. Dari melakukan pengukuran curah hujan, kita dapat memiliki 3 jenis hasil pengukuran berbeda, yaitu :

  1. Curah hujan harian

Curah hujan harian ini dihitung secara perhari selama satu hari atau 24 jam.

  1. Curah hujan bulanan

Curah hujan bulanan ini di hitung dari per harian selama satu bulan penuh.

  1. Curah hujan tahunan

Curah hujan tahunan ini dihitung  dari per harian selama satu tahun atau 12 bulan penuh.

Dari data diatas kita dapat menyimpulkan atau merangkum berapa jumlah intensitas dan curah hujan selama sehari, sebulan, dan setahun penuh.

Sehingga pakarnya dapat menentukan dan memastikan bahwa intensitas hujan atau curah hujan ini ringan, normal, atau tinggi. Dari hasil tersebut juga kita bisa mengantisipasi jika terjadi hujan dan harus seperti apa menanganinya.

Proses Terjadinya Curah Hujan

Proses terjadinya hujan supaya lebih mudah dipahami. Seperti yang saya tuliskan diatas, hujan terjadi karena adanya siklus, siklus air atau siklus hidrologi. Proses terjadinya hujan adalah sebagai berikut :

Bumi disinari oleh cahaya matahari. Matahari menyinari dan memberi panas di lautan sehingga air laut bagian atas mengalami penguapan atau evaporasi. U

ap air ini kemudian naik ke langit dan melakukan pengkristalan atau kondensasi sehingga membentuk awan yang biasa kita lihat jelas pada pagi, siang, dan sore hari saat masih jelas disinari matahari. Peristiwa pengkristalan ini terjadi akibat dari suhu sekitar uap air lebih rendah daripada titik embun uap air.

Uap uap air inilah yang dikatakan membentuk awan. Awan terbentuk karena uap air yang berkumpul jadi satu dengan ukuran dan bentuk tertentu.

Angin membawa awan awan ini bergerak mengitari bumi saat kita lihat ke langit. Jika awan sudah penuh uap air maka awan ini menurunkan hujan berupa air.

Hujan selesai maka air hujan ini bergerak di dalam tanah menuju daerah yang dekat dengan air seperti laut, sungai, dan lain sebagainya. Siklus ini berputar terus menerus.

Demikian artikel tentang pengertian, pengukuran, dan proses terjadinya curah hujan. Semoga bermanfaat dan terima kasih

Jasa Pembuatan dan Jual Artikel Siap Pakai Murah © 2018